Jakarta, 9 Oktober 2025 - Dalam rangka Program Transformasi Human Capital (HC) Journey PLN 2021-2025 dimana salah satunya adalah implementasi isue strategic dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis. Bahwa PT PLN (Persero) mempunyai Konsep Roadmap Transformasi HC Journey 2026-2030, dengan ditambahkannya 4 (empat) objective eksisting dari 4 R (Right Size, Right Skill, Right Spend, Right System) menjadi 5 R (Right Size, Right Skill, Right Spend, Right System, Right Industrial Relation) sebagai proses penguatan untuk mencapai level 5 dari level maturity pengelolaan hubungan industrial. Serta dalam rangka mendukung keberhasilan program moonshots PLN dalam transformasi 2.0. terdapat upaya implementasi tata kelola maturity hubungan industrial yang saat ini berada di level 3 (Harmonis), untuk meningkat menuju Level 4 dan 5 (Proactive dan Transformatif), Divisi Pelayanan Human Capital mengadakan kegiatan Workshop / Forum Group Discussion (FGD) Hubungan Industrial PLN Group Semester II Tahun 2025 sebagai wadah kolaborasi dan sharing pengelolaan hubungan industrial di lingkungan PLN serta mendorong agar pengelolaan hubungan industrial naik level dari harmonis menuju pengelolaan hubungan industrial yang proaktif dan transformatif, serta sebagai ajang rembug nasional bertukar pikiran serta merumuskan upaya peningkatan hubungan industrial di PLN Group.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Pegawai Perusahaan Listrik Negara hadir dan dipimpin secara langsung oleh Ketua Umum Hevlind Van Marbos, Sekretaris Jenderal Lutfi Arijono, Wakil Sekretaris Jenderal Faberto Subrida, Bendahara Umum Misran Harsa, Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Affredyan, Ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan Satria Huspa, Ketua DPD Unit Induk Distribusi (UID) Aceh Muhammad Chamis dan Ketua DPD UID Lampung Eddy Prayitno.
Kegiatan yang berlokasi di Graha Corpu PT PLN (Persero) Pusdiklat Jakarta berlangsung selama 2 (dua) hari, dari tanggal 9 sampai dengan 10 Oktober 2025.
Sambutan hari pertama yang seharusnya dihadiri oleh Dir LHC karena beliau ada kegiatan lain maka diwakilkan oleh EVP HSC Galih Crissetyo. Kegiatan dihadiri secara langsung oleh EVP HTD Suparyanto, VP Hubungan Industrial (HI) Syamsul Arifin, Perwakilan Manajemen Anak Perusahaan dan Sub Holding serta Perwakilan Pengurus Serikat Pekerja di lingkungan PLN Group.
Dalam sambutannya, EVP HSC menjelaskan bahwa Program Strategis Hubungan Industrial Transformation tO the Next Level atau disingkat HI-TRON dilakukan melalui berbagai proses kegiatan, antara lain Early Implementation, Building Foundation, Mid Term Review, Optimalization and Expansion serta Market Leader. Kedepannya, PLN berusaha agar menjadi Perusahaan yang berhasil mengimplementasikan HI Level 5 (transformation), menjadi pionir dalam pengukuran Maturity Level HI, menjadi pionir dalam pengelolaan Aplikasi HI serta menjadi best practice tata Kelola HI yang bisa menjadi role model bagi perusahaan lain.
Pada hari pertama, workshop diisi oleh pemateri, antara lain : Direktur Kelembagaan & Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial (KPPHI) Kementerian Tenaga Kerja RI – C. Heru Widyanto dengan materi Hubungan Industrial Perusahaan Group dilihat dari Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Peraturan Pemerintah (PP) dan Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit. Sesi berikutnya diskusi panel yang menghadirkan pembicara Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H., M.Hum dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Prof. Dr. Budi Santoso, S.H., LL.M dari Universitas Brawijaya dengan materi Dinamika Hubungan Industrial Perusahaan Group (Perspektif Akademisi). Diskusi panel kedua menghadirkan Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat - Lita Sari Seruni, SE., SH., M.H dan Praktisi HI dari Masykur Isnan & Partners Lawfirm - Masykur Isnan., S.H., M.H dengan materi Dinamika Hubungan Industrial Perusahaan Group (Perspektif Praktisi). Pada hari pertama ini para narasumber menitikberatkan pada undang-undang yang berlaku tentang menjaga hubungan industrial yang harmonis terhadap seluruh serikat pekerja/serikat buruh yang ada di lingkungan PLN dan jangan ada perbedaan atau diskriminasi. Pada hari pertama turut hadir serikat pekerja/serikat buruh anak perusahaan dan para direksi anak perusahaan.
Disela-sela kegiatan tersebut, jajaran Pengurus Serikat Pegawai Perusahaan Listrik Negara melakukan konsolidasi penguatan internal organisasi melalui arahan Ketua Umum Hevlind Van Marbos. Komitmen bersama dilakukan oleh Pengurus yang hadir pada kegiatan tersebut agar organisasi menjadi lebih kuat demi satu visi PLN Jaya. Diharapkan kepada seluruh anggota Serikat Pegawai Perusahaan Listrik Negara yang belum terdaftar di aplikasi HXMS agar segera mendaftarkan diri. Karena sesuai dengan hasil verifikasi anggotapada bulan Juni 2025 bersama Manajemen PLN, Kemnaker, Serpeg, SPPLNI, dan SPPLN. Serikat Pegawai PLN lebih kurang berjumlah 3000 anggota. Namun di aplikasi HXMS yang terdaftar baru hanya sebanyak 115 anggota. Jumlah ini menjadi pedoman update data di SAP oleh manajemen PLN. Jadi dimohon kepada seluruh anggota Serikat Pegawai PLN untuk segera mendaftar ulang melalui aplikasi HXMS tersebut. Karena jika data keanggotaannya belum terdaftar di Serikat Pegawai PLN, maka peran Serikat Pegawai PLN untuk membela anggotanya tentu tidak berlaku terhadap anggota yang belum mendaftar ulang tersebut. Proses verifikasi anggota yang mendaftar akan dilakukan oleh Admin Aplikasi, antara lain Faberto Subrida (0853-2012-2021), Affredyan (0823-7965-1705) dan Satria Huspa (0811-7170-186). Jumlah anggota yang terdaftar di Aplikasi HXMS akan menjadi dasar dalam keikutsertaan Serikat Pegawai Perusahaan Listrik Negara pada pembuatan Peraturan Kerja Bersama (PKB).
Editor by Satria Huspa (Ketua Departemen Pendidikan dan Latihan DPP)




.png)








